Kuliah adalah masa yang paling menyenangkan. Apalagi saat tinggal
berasrama… dapat teman baru dan tentunya menikmati hidup baru diasrama dengan
rangkaian peraturan-peraturan yang bikin hidup makin disiplin dan menggunakan
waktu dengan sebaik-baiknya… aku suka bermain gitar, bernyanyi dan membuat
puisi. Sampai-sampai aku pernah dipuji dosenku, karena aku membuat sebuah puisi
singkat dan ia membacanya. Katanya “ beruntung skali lelaki yang nanti
mendapatkanmu, romantis skali puisimu ini.” Hihihihi… bukan beruntung pak
dosen, aku malahan ditinggalin. Ckckck….
Saat ini aku sudah duduk di bangku kuliah semester 7, sedang menjalani
masa yang menyenangnya yaitu internship selama setahun. Dimasa ini aku harus
lebih tangguh, apalagi tinggal diluar asrama, kehidupan yang mulai bebas lagi,
sehingga aku harus benar-benar menjaga pola hidup yang sudah tertata rapi
selama 2 tahun aku tinggal diasrama.
Aku menjalani masa kuliahku dengan banyaknya tantangan, aku harus siap
menghadapinya atau kalah sebelum bertanding di medan pertempuran ini.
Perjuangan penuh air mata, dan kedua lutut yang terus bertelut bersama kedua
tangan yang melipat lalu berdoa pada Tuhan meminta kekuatan dariNya.
Kalau aku melihat kembali kebelakang, sungguh Tuhan itu baik bahkan
sangat baik, Ia segera menarik aku dari orang yang sangat aku cintai karena
Tuhan tahu kalau aku tak sanggup berada dilevelnya. Tuhan menarikku dari
teman-teman yang aku sayangi karena Tuhan tahu aku juga tak sanggup berada
dilevel mereka. Semua ini bermula dari peristiwa tragis yang menimpa
keluargaku. Kami kehilangan semuanya, tapi kami tak kehilangan Yesus.
Saat masa itu berlangsung aku memutuskan hubunganku dengan orang yang
sangat aku cintai. Sangat sulit bahkan rasanya tak ingin ini terjadi, tapi aku
tahu pilihanku tepat. Aku memberinya alasan-alasan bodoh yang mungkin membuat
dia sangat membenciku sampai sekarang, teruntuk kamu yang pernah singgah dihati
aku, aku minta maaf. Aku mutusin kamu bukan karena dia yang ada dimasa lalu,
tapi karena aku harus menyelesaikan masalah yang sedang terjadi dalam
keluargaku dan aku juga diikat dengan peraturan kampus untuk tidak berpacaran
selama 4 tahun menjalani pendidikan. Aku sedang belajar untuk mematuhi
peraturan itu, karena aku tahu peraturan itu membuat aku untuk benar-benar focus
belajar. Dan sekarang pun terbukti, kalau kita belum ditakdirkan bersama. Kamu
sudah bahagia dengan pilihanmu sekarang, dan aku tetap mendoakanmu. Aku masih
mencintaimu sampai detik ini. Maafkan aku!
Aku bangga punya Yesus yang tidak pernah melupakanku. Yesus begitu setia
berada disampingku, setiap saat, setiap waktu, setiap detik dan aku
merasakannya. Saat semua orang berlalu dan melupakanku, aku tahu bahwa ini yang
terbaik untuk aku, memulai kehidupan yang baru dikota yang baru dan berusaha
menggapai cita-citaku.
Aku kuliah dengan berjuang terus-menerus.. Aku belajar disaat semua
orang mulai terlelap dalam mimpinya, aku menyelesaikan tugas-tugas yang harus
diketik pada saat temanku sudah tidur dan tak memakai notebooknya lagi. Puji
Tuhan, aku tak pernah heer dan nilaiku bisa dibilang sangat memuaskan. Aku
berjuang membayar uang kuliahku dari persembahan kasih dari gereja, tempat aku
pelayanan setiap minggu, maupun pemberian dari para orang tua, dari anak-anak
yang aku didik. Aku hanya bisa menangis dan bilang “THANK YOU GOD!”. Karena aku
tahu, meminta uang kuliah dari orang tua pun percuma. Lebih baik aku berusaha
sendiri. Mungkin aku pun tak diingat oleh keluargaku. Aku tak pernah mau pulang
kerumah, aku jarang sekali berbicara lewat telepon dengan mereka. Mungkin ini
aneh, tapi aku sedang belajar hidup tanpa mereka, kelak aku akan menjadi
missionaries dan tinggal di pelosok-pelosok tanpa mereka, dan aku harus melatih
diriku dari sekarang, agar terbiasa.
Tahun 2017, diawali dengan kejutan-kejutan indah yang Tuhan bri lewat
mereka yang begitu mencintai dan mengasihiku. Banyaknya kado sebagai hadiah
tahun baru untukku. Ahh…. Kalian membuatku menangis bahagia. Trima kasih banyak-banyak
Tuhan.
Aku mulai merasa sakit, tapi aku harus kuat. Aku tak boleh lemah.. aku
berharap, ketika aku check up nanti, semua baik-baik saja. AMIN!
Aku punya impian, kalau Tuhan berkehendak, selesai wisuda nanti aku
bekerja menjadi guru dan disamping itu aku melanjutkan S2. Jadi kuliah S2
sambil kerja, kalau sudah selesai
pendidikan S2, aku ingin membuka perpustakaan gratis di desa-desa yang
tertinggal atau pelosok-pelosok, dan membantu mereka untuk membaca dan menulis,
program ini gratis bagi mereka dan tentunya, Injil Kristus akan aku britakan
bagi mereka yang haus akan kebenaran, agar mereka juga diselamatkan.
Suatu saat nanti, entah kapan kalau aku sudah bertemu dengan pasangan
hidupku, aku cuma berharap dia juga memiliki kerinduan yang sama. Mau berjuang
bersamaku untuk mencerdaskan orang-orang yang tinggal di desa yang tertinggal.
Aku tidak butuh lelaki yang tampan, kaya, dan pintar. Tapi aku mau hidup dengan
lelaki yang tulus, bertanggung jawab, mencintai dan menerimaku apa adanya dan
yang pasti mencintai dan mengasihi Tuhan.