Entah
harus ku mulai dari mana!! -___-“
Aku
sadar bahwa tak selamanya yang aku mau, harus aku dapatkan. Justru, aku harus
belajar bersyukur dengan apa yang aku miliki skarang. Aku harus belajar
menerima kenyataan bahwa melupakan kamu adalah pilihan yang tepat.
Aku
selalu berusaha meyakinkan diriku bahwa semua akan baik-baik saja, walau
sebenarnya hati ini benar-benar tak mampu untuk melakukannya. Sejujurnya aku
terlalu tersiksa dengan rasa ini, pedih…. Dan itu bukan karna kamu, tapi karna
aku sendiri yang belum sadar akan keberadaanku dihatimu.
Bukankah
Tuhan akan mempertemukan kita kalau Tuhan mau?? Lalu apa lagi yang sedang
kupaksakan sekarang??? Aku sedang memaksa diriku untuk terus bangkit dan
berjalan terus, walau jatuh dan jatuh lagi. Sakit rasanya, tak mampu aku
bangkit. TAPI HARUS!!! Aku sedang memaksa diriku untuk tetap tersenyum dan
menganggap semua baik-baik saja, walau di dalam dada, rasanya sesak sekali. Bahkan
air mata ini sesekali menetes saat aku mengingat kamu. Sungguh aku lelah
menangis setiap aku mengingat kamu, sunggu aku lelah saat menangis setiap malam
jika aku merindukanmu.
Kadang-kadang,
kupandang wajahku di depan cermin dan berkata dalam hati “Jangan nangis
syaneth! Dia sudah bahagia dengan pilihannya. Apalagi yang kamu harapkan?
CUKUP!!”. Bukannkah yang kulakukan adalah sebuah hal bodoh? Mungkin kamu pun
menertawai kebodohanku ini.
Aku
tak pernah main-main saat jatuh cinta dengan orang lain. Karna bagiku, cinta
itu anugrah.. Pernahkah Yesus menganggap kematiaan-Nya diatas kayu salib
sebagai hal biasa saja, yang bisa dianggap sebagai lelucon? TIDAK!!
Kematian-Nya di kayu salib adalah Pengorbanan yang sangat Mahal. Itu semua
karna cinta-Nya yang besar bagi umat manusia yang penuh dosa. Yesus melakukan
itu semua karna atas dasar yang kuat CINTA!!!
Aku
sayang kamu, tapi aku harus bisa melupakan semua tentang kita. Karna kita pun
berbeda visi&misi. Maukah kamu bersamaku ke daerah pedalaman? Mungkin kamu
harus berpikir keras dengan hal ini.
Maafkan
aku yang blum bisa jadi kekasih yang baik bagimu.
Maafkan
aku yang chuek sama kamu.
Maafkan
aku yang kadang-kadang seperti anak kecil.
Maafkan
aku yang blum bisa membagi waktu denganmu dengan adil.
Maafkan
aku!!!
Janjiku,
tidak akan menganggumu lagi. Janjiku, tidak menunggumu lagi. Janjiku tidak
berharap padamu lagi. :’) Maafkan aku yah “Anak Kecil” :”D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar